Menurut dia, kebijakan energi harus menghasilkan tiga manfaat sekaligus yakni listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, kepastian operasional bagi investor, serta pertumbuhan ekonomi Batam yang berkelanjutan.

Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen dan pipeline data center teridentifikasi mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

Tahun 2029 diproyeksikan menjadi titik kritis ketika kebutuhan listrik data center mulai melampaui separuh beban puncak Batam.

Sementara itu, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 MW pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035, dengan rencana peningkatan daya mampu pasok hingga 3.691 MW.