Sementara itu, dukungan pasokan air dari Waduk Duriangkang untuk fasilitas pusat data hanya bersifat sementara dan sangat terbatas selama tahap konstruksi serta persiapan fasilitas.

β€œDua pelaku usaha pusat data lainnya di kawasan Nongsa masih dalam tahap rencana pengembangan. Adapun dua pelaku usaha di kawasan Kabil juga belum beroperasi dan masih berada dalam tahap perencanaan konstruksi,” katanya.

Ariastuty menekankan pentingnya membedakan kebutuhan air aktual dari fasilitas yang telah beroperasi dengan kebutuhan yang diproyeksikan dari proyek-proyek yang masih dalam tahap perencanaan.

Di tengah kebutuhan air yang terus berkembang, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ketahanan pasokan air bagi masyarakat, melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air.

”Saat ini kami juga sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” katanya.