NADIKABAR.COM — Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengevaluasi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jalan Aselih Raya, Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pelayanan koperasi.
Sekretaris Utama BP BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan KDKMP diproyeksikan menjadi tulang punggung rantai pasok lokal, pusat distribusi pangan, serta wadah pemberdayaan ekonomi warga setempat.
"Kunjungan monitoring ini menjadi langkah krusial dalam menyelaraskan visi pemerintah pusat dengan eksekusi di tingkat desa dan kelurahan," kata Wahyu dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Wahyu menjelaskan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan penyelesaian pembangunan sarana fisik hingga 100 persen sekaligus mengevaluasi kesiapan pengelolaan koperasi agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya bersama unsur terkait memeriksa dua aspek utama, yakni kesiapan infrastruktur fisik yang mencakup bangunan dan fasilitas penunjang, serta kesiapan sistem manajemen operasional.
Menurutnya, pembangunan koperasi tidak cukup hanya diselesaikan secara fisik.
Kesiapan pengelolaan dan pelayanan juga menjadi faktor penting agar keberadaan koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita ingin KDKMP tidak hanya selesai dibangun secara fisik, tetapi juga langsung beroperasi, memberikan pelayanan, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar," katanya.
Melalui monitoring tersebut, BP BUMN mendorong agar pembangunan fasilitas koperasi di tingkat kelurahan diikuti dengan kesiapan operasional, sehingga koperasi dapat menjalankan fungsinya sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.