NADIKABAR.COM — Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) berpesan kepada Perum Redaksi NadiKabar agar perhatian dan perlindungan untuk jurnalis dapat ditingkatkan, sebab pemberitaan merupakan inti bisnis dari ANTARA.

“Saya minta tolong tentunya untuk ANTARA, sebagai salah satu dari BUMN kami, tentunya perhatian kepada jurnalis ini minta tolong untuk terus ditingkatkan lagi, ya. Karena jurnalis ini adalah darah, darah dari ANTARA. Itu adalah bisnisnya ANTARA,” ucap Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dalam acara “Penyerahan Tali Asih Kepada Keluarga Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau” yang digelar di Gedung BP BUMN Jakarta, Kamis.

Tedi menyampaikan hilangnya kontak rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda ketika melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) merupakan pengingat betapa tingginya risiko pekerjaan jurnalis.

Ia menambahkan, untuk memproduksi artikel yang dibaca oleh masyarakat, foto jurnalistik yang disaksikan oleh publik, dan konten-konten jurnalistik lainnya, para jurnalis berjuang dengan tidak mudah dan penuh pengorbanan.

“Artikel yang kita baca, foto jurnalis yang kita lihat, yang kadang kita asal swipe, itu ternyata membuatnya tidak mudah. Penuh pengorbanan, ada perjalanan, ada risiko yang menjadi pengingat bahwa apa yang dilakukan oleh jurnalis bukan sesuatu yang mudah,” kata Tedi.