NADIKABAR.COM β Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata menyampaikan pihaknya sedang mempersiapkan sekitar 400 calon pemimpin BUMN untuk penguatan dan pengembangan perusahaan pelat merah.
βTahun depan kita harus sudah mulai strengthening dan juga growing. Ini semua perlu, ya, dinahkodai oleh orang-orang yang baik, orang-orang yang punya mentalitas CEO (Chief Executive Officer) yang baik,β ujar Tedi dalam acara ANTARA Business Forum yang digelar di Jakarta, Rabu.
Program tersebut bernama Pemimpin Masa Depan (P3MD) atau Presidential Future Leaders Program (PFLP). Tedi menyampaikan sebanyak 400 calon pemimpin tersebut dijaring dari 10 ribu anak muda yang baru bekerja 1β2 tahun di BUMN, serta lulusan baru dari berbagai universitas.
Setelah melakukan penjaringan dari BUMN dan lulusan baru dari berbagai universitas, BP BUMN lantas melakukan rangkaian tes sehingga mendapatkan sekitar 400 orang calon pemimpin.
βKarena memang dirancang menjadi pemimpin, tidak cukup orang itu hanya pintar, tetapi juga perlu memiliki karakter yang baik,β kata Tedi.
Untuk mewujudkan target tersebut, BP BUMN menggandeng TNI untuk mendidik para calon pemimpin yang bertujuan untuk membentuk disiplin dan jiwa kepemimpinan. Setelah itu, mereka dididik di Danantara Corporate University.
Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan harapan para calon pemimpin dapat mengambil keputusan yang tepat di tengah gempuran akal imitasi (AI), suara sintetis (synthetic voice), dan lain-lain.
βKami sengaja mendidik anak-anak itu pada simulasi kondisi di mana anak ini dihadapkan dengan berbagai situasi. Situasi yang menuntut mereka untuk membuat keputusan bisnis dengan teknologi yang membuat kita harus lebih mawas diri,β kata Tedi.
Diwartakan sebelumnya, BP BUMN bersama Danantara mendorong pembangunan sistem sumber daya manusia (SDM), yang terintegrasi untuk seluruh BUMN sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transformasi BUMN.
Sistem ini diarahkan untuk membangun standar pengelolaan SDM yang lebih profesional, terukur, dan berbasis meritokrasi.
Ke depan, seluruh BUMN diarahkan memiliki single grading system yang menjadi acuan bersama dalam pengelolaan SDM, mulai dari human development, jenjang karier, hingga job value.
Standardisasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih konsisten dalam menilai jabatan, kompetensi, serta kontribusi talenta di seluruh BUMN.