NADIKABAR.COM — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyiapkan "roadshow mini property expo" di wilayah-wilayah di 10 provinsi dalam rangka memaksimalkan penyerapan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP.
"Kami akan melakukan 'roadshow mini property expo' di wilayah-wilayah di 10 provinsi, di mana diharapkan dapat dilaksanakan sampai akhir tahun ini di 20 titik mini expo, dengan menggandeng 50 pengembang (developer) mitra dan 10 bank penyalur," ujar Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma dalam Rapat Evaluasi Kinerja KPR Subsidi FLPP TA 2026 di Jakarta, Senin.
Menurut Sid, mini property expo tersebut menargetkan segmentasi karyawan pabrik, ASN, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), karyawan swasta, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, dan pekerja informal. Sedangkan fokus khusus menargetkan Gen Z dan milenial pembeli rumah pertama.
"Ini adalah usulan kami atas provinsi yang nanti kita akan melakukan mini expo tersebut yakni ada 10 provinsi," katanya.
Adapun 10 provinsi yang menjadi wilayah roadshow mini property expo yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Riau dan Sulawesi Selatan.
"Sebenarnya mini expo ini sudah kami lakukan sebelumnya bersama-sama dengan perbankan dan juga asosiasi pengembang perumahan subsidi. Ini akan kita giatkan lagi, supaya ini bisa menggalang kepeminatan dan kita bisa lihat rumah-rumah subsidi yang siap dibangun dan dihuni dapat ditawarkan ke masyarakat," kata Sid.
Tujuan utama dari roadshow mini property expo tersebut yakni penyerapan maksimal KPR subsidi FLPP, penjualan rumah subsidi ready stock dan pembangunan baru di atas kavling tidak terdampak perizinan, serta platform sinergi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), developer dan perbankan.
Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) tetap optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2026 dapat tercapai.
Dia mengatakan bahwa rumah tapak subsidi maupun rumah susun subsidi merupakan bagian program 3 Juta Rumah dengan skema FLPP.
Ara menyampaikan FLPP bukanlah program baru, namun dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, capaian penyaluran rumah subsidi terus mengalami peningkatan.
Dirinya menegaskan bahwa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.