NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan seluas 154,74 hektare lahan pertanian di Kabupaten Aceh Tenggara kembali terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur daerah setempat sejak pekan lalu.

"Total luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 153,74 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Kamis.

Lahan pertanian yang terdampak banjir di Aceh Tenggara tersebut meliputi Kecamatan Bambel area tanaman padi 74,5 hektare dan jagung 43,24 hektare, serta Kecamatan Lawe Sumur dengan luas lahan padi 36 hektare.

Bahron mengatakan, banjir dan longsor kembali menerjang Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10) akibat tingginya curah hujan dalam durasi lama, sehingga membuat sejumlah tanggul jebol serta longsor di sekitar ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren.

Adapun wilayah terdampak yakni Desa Kati Maju Kecamatan Ketambe, Desa Pulonas Baru Kecamatan Lawe Bulan, Desa Pulo Latong Kecamatan Babussalam, dan sembilan desa di Kecamatan Bambel.

Selain sektor pertanian, kata Bahron, bencana ini juga membuat material longsor menutupi badan jalan Kutacane - Blangkejeren, sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah dan menimbulkan kemacetan panjang.

Kemudian, intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut tergerus air banjir. Bahkan, gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa ikut tergenang.

Untuk korban yang terdampak banjir ini sebanyak 783 Kepala Keluarga (KK) atau 2.787 jiwa. Tidak ada pengungsi dan korban jiwa dalam musibah ini.

Bahron menuturkan, adapun langkah penanganan darurat yang dilakukan sejauh ini yaitu mengerahkan anggota tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan ke lokasi.

‎Bahron menjelaskan, telah menurunkan satu unit alat berat/eskavator untuk membersihkan longsor yang menutup badan jalan, pengerukan dan pembersihan material kayu gelondongan di aliran air pada jembatan bailey Pulo Latong.

Kemudian, membersihkan fasilitas umum berupa ruas jalan Pulonas Baru-Lawe Rutung dari endapan lumpur bekas banjir. Lalu, ikut menurunkan alat berat untuk melakukan penutupan tanggul, pengerukan dan normalisasi sungai serta penguatan tanggul di sejumlah titik terdampak.

Selanjutnya, Dinas Sosial Aceh Tenggara mendirikan dapur umum dan menyalurkan 750 bungkus makanan untuk warga terdampak banjir serta tim BPBD ikut membersihkan rumah warga serta fasilitas umum lainnya.

"Personel damkar dan TRC BPBD bersama masyarakat membersihkan rumah-rumah dan fasilitas umum lainnya (masjid, jalan lingkungan dan lainnya) yang terdampak banjir," demikian Bahron Bakti.