NADIKABAR.COM — Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di sektor perikanan melalui penyediaan jutaan benih serta calon induk unggul ikan air tawar untuk wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Kepala BPBAT Sungai Gelam Nur Muflich Juniyanto di Jambi, Jumat mengatakan bahwa sebagai pusat induk ikan wilayah (regional broodstock center) sekaligus pusat penyebarluasan teknologi perikanan budidaya air tawar, termasuk menjadi ujung tombak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam membantu ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

​"Posisi strategis ini mempertegas peran kami di wilayah Sumatera membantu perikanan budidaya air tawar serta menggerakkan ketahanan pangan, terutama dalam penyediaan protein hewani dan menjaga kelestarian ikan spesifik lokal di perairan umum," kata dia.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 BPBAT Sungai Gelam telah berkontribusi mendistribusikan bantuan benih ikan bermutu ke masyarakat sebanyak 5.230.000 ekor.

Dari angka itu, sebanyak 71,17 persen atau 3.722.000 ekor merupakan benih ikan konsumsi yang terdiri atas Nila JICA (1,68 juta ekor), Patin Pustina (1,09 juta ekor), dan Lele (943 ribu ekor).

Lalu 28,83 persen sisanya atau 1,50 juta ekor merupakan ikan spesifik lokal yang diperuntukkan bagi kegiatan pelepasan liar (restocking) di perairan umum.

​Selain benih, BPBAT Sungai Gelam pada 2025 juga berhasil memproduksi 53.104 ekor calon induk unggul untuk mendorong produktivitas pembudidaya skala kecil dan menengah.

Sebanyak 51.854 ekor di antaranya merupakan komoditas unggulan favorit masyarakat seperti Nila JICA, Patin Pustina, dan Lele Sangkuriang, sedangkan 1.250 ekor sisanya merupakan calon induk ikan lokal seperti Gurami, Jelawat, dan Baung.

​Dari total produksi calon induk unggul tersebut, sebesar 68,20 persen diserap melalui pembelian mandiri oleh masyarakat dan 31,80 persen disalurkan melalui program bantuan pemerintah.

​Bantuan calon induk yang disalurkan meliputi Nila JICA sebanyak 11.650 ekor (68,96 persen), Lele Sangkuriang 3.555 ekor (21,04 persen), Patin Pustina 1.290 ekor (7,64 persen), dan ikan spesifik lokal 400 ekor (2,36 persen).

Ia menjelaskan, seluruh bantuan benih sebar maupun calon induk unggul tersebut didistribusikan kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), kelompok masyarakat, serta UPTD yang tersebar di sembilan provinsi, baik di Sumatera maupun luar Sumatera, seperti Jambi, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Selatan, hingga Bali.

Lanjut dia, memasuki tahun 2026 hingga September, balai ini mencatatkan produksi benih mencapai 7.485.000 ekor.

Dari pencapaian itu, sebanyak 1,10 juta ekor merupakan benih sebar yang dibeli mandiri oleh masyarakat, sedangkan 6,37 juta ekor disalurkan sebagai bantuan ke berbagai wilayah seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

​Bantuan benih pada 2026 terdiri atas Lele Sangkuriang sebanyak 2,13 juta ekor (33,46 persen), Patin Pustina 1,22 juta ekor (19,25 persen), Nila JICA 1,20 juta ekor (18,89 persen), serta ikan spesifik lokal mencapai 1,81 juta ekor (28,4 persen).

​Sementara pada kategori calon induk, hingga September 2026 BPBAT Sungai Gelam berhasil memproduksi 31.389 ekor calon induk unggul.

Hampir 68 persen (21.274 ekor) di antaranya dibeli langsung oleh masyarakat, dan 32 persen (10.115 ekor) didistribusikan sebagai bantuan.

Bantuan calon induk unggul tahun 2026 mencakup Nila JICA sebanyak 5.750 ekor (56,9 persen), Lele Sangkuriang 2.840 ekor (28,08 persen), Patin Pustina 825 ekor (8,16 persen), dan ikan spesifik lokal 700 ekor (6,92 persen).

Menurut Juniyanto, tingginya angka pembelian calon induk oleh masyarakat menunjukkan tren positif peningkatan kesadaran para pembudidaya akan pentingnya penggunaan induk unggul demi menghasilkan benih yang berkualitas.

Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar dan pelaku usaha budidaya mandiri, BPBAT Sungai Gelam Jambi juga menyediakan layanan penjualan langsung untuk benih, calon induk/induk, hingga pakan ikan.

Masyarakat dan pelaku usaha dapat mengakses informasi serta layanan publik melalui Pusat Layanan Masyarakat BPBAT Sungai Gelam di nomor WhatsApp 082182229696.

"Besarnya jumlah calon induk yang dibeli masyarakat menjadi indikator positif sekaligus tantangan bagi kami untuk terus berinovasi dan memproduksi calon induk unggul yang berkualitas tinggi," tutupnya.