Adapun wilayah dengan dampak skala kecil hingga di bawah 10 hektare meliputi Kabupaten Cianjur (7,40 hektare/8 kejadian), Kota Sukabumi (7,21 hektare/11 kejadian), Kota Tasikmalaya (5,00 hektare/1 kejadian), Kota Cirebon (3,32 hektare/1 kejadian), Kota Bandung (1,58 hektare/5 kejadian), Karawang (1,05 hektare/10 kejadian), serta Kota Banjar (33 kejadian), Kabupaten Bandung Barat (4 kejadian), Kota Depok (2 kejadian), Kota Cimahi (0,08 hektare/2 kejadian), Kota Bekasi (0,08 hektare/1 kejadian), dan Kabupaten Indramayu (0,05 hektare/1 kejadian).

Dari sisi frekuensi kejadian, Kabupaten Subang menduduki peringkat tertinggi dengan 119 insiden, diikuti Kabupaten Sumedang 75 kejadian, Kabupaten Ciamis 60 kejadian, Kabupaten Sukabumi 38 kejadian, Kota Banjar 33 kejadian, serta Kabupaten Bandung 32 kejadian.

Guna menekan potensi perluasan karhutla di tengah dampak musim kemarau, BPBD Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari pembakaran lahan secara sembarangan, serta menyiagakan posko kebencanaan via call center 0899-9404-629.