Keberadaan sarana udara tersebut membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, khususnya kawasan semak belukar dan area dengan keterbatasan sumber air permukaan. Operasi udara ini akan terus dilanjutkan dengan tetap mempertimbangkan faktor visibilitas atau jarak pandang, serta menempatkan area di luar konsesi sebagai prioritas utama penanganan.
Di lapangan, operasi udara didukung Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT SAM yang bekerja bersama Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim gabungan melakukan pemantauan dan pemadaman langsung.
Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, mengingat dampak kebakaran lahan dan kabut asap tidak mengenal batas wilayah administrasi maupun konsesi.
Melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin efektif, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat akibat kebakaran dan kabut asap.(*)