NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Selatan (BPBD Jaksel) melakukan sosialisasi, edukasi, dan simulasi kebencanaan di SMA Bakti Idhata, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 187 Tahun 2016 tentang Sekolah/Madrasah Aman Bencana.
"Kami ingin memastikan para pelajar, guru, hingga tenaga kependidikan memahami langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat," kata Komandan Pleton (Danton) BPBD Wilayah Jakarta Selatan Muhammad Nur di Jakarta, Selasa.
Nur mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi, melalui pembekalan materi dan simulasi penyelamatan diri.
Menurutnya, edukasi kebencanaan sejak dini penting dilakukan agar peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman serta kemampuan tanggap darurat yang baik.
Dia menjelaskan materi sosialisasi meliputi teknik berlindung yang benar saat terjadi gempa bumi, pengenalan peralatan kebencanaan untuk pertolongan di air atau water rescue, serta informasi mengenai kanal resmi dan layanan edukasi kebencanaan BPBD DKI Jakarta melalui situs web dan media sosial.
Nur merinci kegiatan tersebut diikuti 173 peserta yang terdiri atas 163 murid dan lainnya merupakan unsur guru dan komite sekolah.
Sosialisasi juga menjadi upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mendorong pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lingkungan sekolah.
Selain mendapatkan pembekalan teori, lanjut Nur, peserta mengikuti simulasi langsung untuk melatih kemampuan menghadapi situasi darurat kebencanaan.
"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif," ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Bakti Idhata, Lulus Juharman, mengapresiasi kolaborasi dengan BPBD dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
Ia berharap kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan dapat dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak peserta.
"Hari ini yang ikut itu kelas XI karena kelas XII sedang ujian. Semoga nantinya kita semua bisa mendapatkan sosialisasi ini lagi. Sangat penting, mengingat bencana itu bisa dapat kapan pun," kata Lulus.