NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 2.456 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan akibat kemarau ekstrem yang cukup panjang di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Berdasarkan data hingga hari ini, sebanyak 2.456 KK yang tersebar di 19 desa/kelurahan yang berada di 10 kecamatan mengalami krisis air bersih karena sumur mereka mengering akibat kemarau ekstrem," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo, Rabu.
Menurut dia, pihak BPBD Jember sempat kewalahan untuk memenuhi banyaknya permintaan masyarakat untuk distribusi air bersih selama beberapa pekan terakhir, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan beberapa perangkat daerah untuk membantu penyaluran air untuk wilayah yang terdampak kekeringan.
"Saat ini kami harus mengatur skala prioritas untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum, sehingga masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk mandi dan cuci pakaian terpaksa harus bersabar," tuturnya.