Edy mengatakan bahwa sumber mata air sebanyak enam titik, salah satunya di Desa Garahan, Kecamatan Silo yang masih menjadi tumpuan BPBD Jember untuk menjadi tempat pengambilan air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
"Kami juga berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), Palang Merah Indonesia (PMI) dan pihak Perumdam Tirta Pandalungan untuk bersinergi menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan," ujarnya.
Edy mengimbau masyarakat untuk bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih karena musim kemarau diprediksi masih panjang, sehingga hal-hal sederhana penghematan air bisa dilakukan mulai di tingkat rumah tangga.