Ia menjelaskan BPBD Jember menerima perkembangan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau akan semakin panjang yakni hingga akhir November 2026, padahal sebelumnya informasinya kemarau akan berakhir pada awal November 2026.
"Dengan informasi dari BMKG tersebut, maka awal musim hujan di Kabupaten Jember diprediksi pada awal Desember 2026, sehingga kemarau semakin panjang dan kemungkinan kebutuhan air bersih masyarakat juga semakin meningkat," katanya.
Selain itu, lanjut dia, beberapa kecamatan yang awalnya berada di zona hijau atau aman dari potensi kekeringan yakni Kecamatan Bangsalsari dan Jelbuk, kini juga ada desa di dua kecamatan tersebut yang memerlukan distribusi air bersih akibat kemarau panjang.