"Kalau sekarang ini kita belum bisa melakukan evaluasi karena potensi terjadinya karhutla itu masih ada," katanya.
Ia menjelaskan kondisi curah hujan yang belum merata menjadi salah satu faktor yang membuat potensi karhutla masih perlu diwaspadai.
Berdasarkan informasi BMKG yang diterima BPBD, curah hujan di sejumlah kabupaten Kalimantan Barat masih rendah sehingga hujan yang turun belum mampu merata di seluruh wilayah.
"Misalnya, di daerah Ketapang, Kayong Utara, masih berpotensi karhutla karena curah hujannya rendah. Bukan hujan OMC, ini hujan alami, tetapi hujan ini belum merata," ujarnya.