Berdasarkan catatan visual, pada 9 Oktober 2026 hingga pukul 19.20 WIB terjadi sembilan kali erupsi dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi erupsi hingga 32 detik, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati.

"Dengan adanya perubahan status dari Gunung Anak Krakatau dari waspada menjadi siaga, masyarakat diimbau untuk bisa meningkatkan kewaspadaan," ucap dia.