BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, agar tidak mengabaikan potensi bahaya aktivitas Gunung Semeru dan warga diminta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
Pemantauan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Semeru. Di tengah erupsi dan luncuran awan panas guguran, kewaspadaan petugas dan kepatuhan masyarakat terhadap informasi kebencanaan diperlukan untuk mengurangi risiko serta menjaga keselamatan bersama.
Sementara berdasarkan catatan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat sebanyak empat kali yang disertai APG yakni pukul 06.33 WIB dengan jarak APG sejauh 3 kilometer; kemudian pukul 08.43 WIB tercatat erupsi disertai APG dengan jarak luncur 3,5 km; kemudian pukul 09.24 WIB terjadi erupsi dengan letusan disertai APG sejauh 4,5 km, dan pukul 14.56 WIB juga terjadi erupsi disertai APG sejauh 3,5 km.