Selain ada penambahan desa terdampak, kata dia, beberapa kecamatan juga mengalami perubahan status dari sebelumnya hanya kekeringan ringan atau sedang, kini ada yang sampai berat.
Dampak kekeringan berat, pada 22 September 2026 tercatat hanya di Kecamatan Gabus dan Jakenan, kini meluas ke Kecamatan Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, dan Jaken.
Kecamatan Dukuhseti yang awalnya terdampak ringan, kini meningkat menjadi sedang karena awalnya hanya satu desa, kini meluas ke empat desa.
Pemkab Pati menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar untuk menangani bencana kekeringan yang saat ini jumlah desa terdampak semakin bertambah.
Penanganan kekeringan di Kabupaten Pati dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur. Bantuan air bersih di antaranya terus disalurkan BPBD Kabupaten Pati, Baznas, PMI, Bank Jateng, Bank Daerah Pati, PDAM, serta yang terharu dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pati.