Simulasi tersebut juga memperkenalkan aplikasi Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) Badan Meteorologi, Klimatologis, dan Geofisika (BMKG).

Aplikasi InaEEWS merupakan infrastruktur teknologi yang dirancang untuk mendeteksi gelombang seismik awal dan memberikan peringatan detik-detik berharga sebelum getaran utama gempa merusak dan mencapai lokasi terdampak.

Ali menjelaskan hasil monitoring simulasi gempa menunjukkan seluruh tahapan simulasi, mulai dari lantai 1 hingga 8 berjalan lancar dan sukses. Simulasi itu melibatkan 20 petugas gabungan yang terdiri dari 10 personel BPBD Jakarta Timur dan petugas lainnya yang disiagakan.

"Para petugas serta pegawai di lokasi melaksanakan evakuasi dan prosedur tetap (protap) kebencanaan, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan prosedur diakhiri dengan pelaporan kondisi keamanan di setiap lantai kepada Komandan Peleton (Danton) yang bertugas," terang Ali.