NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur, memetakan kembali jalur evakuasi dan titik posko pengungsi pascaerupsi Gunung Bromo yang terjadi pada Kamis (5/11) petang.

"Hari ini kami bersama TNI dan Polri melakukan pemetaan kembali jalur evakuasi dan titik-titik posko pengungsi sebagai upaya mitigasi apabila sewaktu-waktu Gunung Bromo erupsi kembali," kata Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarif saat dikonfirmasi per telepon, Jumat.

Gunung Bromo erupsi pada hari Kamis (5/11) pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berdasarkan catatan petugas, Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl tercatat terakhir erupsi pada 19 Juli 2019 dengan visual letusan tidak teramati.

"BPBD Probolinggo tetap melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak lintas sektor untuk memantau aktivitas Gunung Bromo seperti Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) yang memiliki wilayah kawasan wisata tersebut," tuturnya.