NADIKABAR.COM β Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan penyemaian dry ice dijadwalkan selama 10 hari atau hingga 24 Oktober 2026 sebagai upaya mengurangi kabut asap dan memperbaiki kualitas udara di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana di Palembang, Minggu, mengatakan penyemaian 24 Oktober 2026 telah dimulai sejak Kamis (15/10) melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
βAlhamdulillah, kita mendapatkan kontrak dari Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BMKG untuk pelaksanaan OMC dry ice selama 10 hari ke depan. Nanti pelaksanaannya kita evaluasi setiap hari,β katanya.
Penyemaian tersebut menunjukkan hasil awal berupa peningkatan jarak pandang di Palembang dari sebelumnya sekitar 25 meter menjadi 2.000 meter.
Kemudian, indeks standar pencemar udara (ISPU) di Palembang juga mengalami penurunan setelah penyemaian dilakukan. Sebelumnya, kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam kategori berbahaya.
Sementara itu, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan natrium klorida (NaCl) masih menunggu perkembangan awan hujan yang berpotensi mendukung kegiatan tersebut.
Sehingga, penyemaian dry ice diharapkan dapat membantu mengangkat lapisan asap ke atmosfer, sehingga membuka peluang terbentuknya bibit awan hujan.
Apabila perkembangan awan hujan mulai terlihat, BPBD Sumsel akan menyampaikan informasi tersebut kepada BMKG sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan OMC menggunakan NaCl.
Kondisi tersebut juga diharapkan memungkinkan helikopter melaksanakan operasi pengeboman air (water bombing) guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap di Sumsel.