NADIKABAR.COM — Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemetaan wilayah prioritas serta perbaikan infrastruktur pembasahan gambut.

Menurut Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko, penguatan peran desa menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla, khususnya di kawasan gambut kritis.

"Salah satu prioritas kami adalah memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian karhutla melalui pemetaan wilayah prioritas, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur pembasahan gambut, termasuk sekat kanal dan sumur bor, khususnya pada kawasan gambut kritis," kata Satyawan dikutip di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikan Satyawan saat meninjau infrastruktur pembasahan kembali lahan gambut di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Jumhur Hidayat pada 1 November 2026.