Dia menjelaskan pembangunan akan melibatkan berbagai pihak untuk perbaikan dan pembangunannya termasuk melibatkan TNI, secara khusus Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) mengingat satuan itu tersebar di semua kabupaten dan memiliki alat berat serta personel yang mumpuni untuk mendukung pembangunan sumur bor.
Tidak hanya itu, BPGMN juga akan membangun sekat kanal di ekosistem gambut yang ditargetkan dapat diselesaikan pada pertengahan 2028. Untuk pembangunannya, BPGMN sudah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan konsesi untuk menggunakan dana corporate social responsibility (CSR).
"Ini sudah kita bangun ya komunikasinya, dan minggu depan kita ada seperti konsolidasi nasional di Palembang," tuturnya.