NADIKABAR.COM β€” Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong penjajakan pembangunan dan pengembangan jaringan gas bumi (jargas) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang mencapai 7,5 juta ton per tahun.

β€œDengan adanya program jargas ini, kita akan bisa menekan impor LPG yang sampai saat ini sudah mencapai 7,5 juta ton per tahun,” kata Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Dalam kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi pengaturan serta pengawasan gas bumi melalui pipa di Trenggalek, Muhiddin mengatakan pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa dapat memudahkan masyarakat memperoleh energi untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik.

Pengembangan jargas di Trenggalek juga berpeluang mendukung kegiatan ekonomi lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pasokan energi untuk menunjang proses produksi.

Anggota Komisi XII DPR RI Sartono mengatakan peluang pembangunan jargas di wilayah Mataraman termasuk Trenggalek perlu dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat.

Terlebih, pengaturan dan pengawasan penyaluran gas bumi melalui pipa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi, daya saing industri, kepastian investasi, serta perlindungan konsumen.

Oleh sebab itu, kata Sartono, pengembangan infrastruktur gas bumi perlu dilakukan secara terintegrasi mulai dari ketersediaan sumber pasokan hingga penyaluran kepada konsumen akhir agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

β€œPeluang pembangunan jargas perlu dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat,” kata Sartono.

Area Head PGN Sidoarjo Heri Frastiono mengatakan produk unggulan Trenggalek, seperti keripik tempe dan alen-alen, menjadi salah satu potensi UMKM yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan pemanfaatan jaringan gas bumi.

Menurut Heri, gas bumi berpotensi menjadi alternatif energi yang praktis dan efisien bagi pelaku usaha apabila didukung kesiapan pasokan dan infrastruktur yang memadai.

Meski demikian, pengembangan jaringan gas bumi perlu memperhitungkan ketersediaan pasokan, kesiapan infrastruktur, potensi kebutuhan pelanggan, serta keekonomian pembangunan jaringan.