Jika sebelumnya pengisian dimulai pukul 04.00 atau 05.00 WIB, kini operasional dimulai pukul 03.00 WIB agar distribusi BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dapat berlangsung lebih awal.

"Sehingga, diharapkan ketika masyarakat beraktivitas pada pagi hari, BBM sudah tersedia di SPBU dan tidak ada kendala. Tidak perlu mengantre untuk menunggu kedatangan mobil tangki BBM," jelasnya.

Selain memajukan waktu operasional, Pertamina menyiapkan penambahan sarana pengisian mobil tangki di FT Rewulu dan peningkatan armada distribusi, khususnya untuk melayani titik-titik krusial.

Dukungan pasokan darurat juga disiapkan dari sejumlah terminal terdekat, yakni FT Maos, FT Boyolali dan Integrated Terminal (IT) Semarang.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengingatkan untuk melakukan koordinasi sejak awal dengan pengelola SPBU guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM dalam menghadapi akhir tahun nanti, termasuk memperpanjang jam operasional di SPBU.

Di samping itu, juga penting untuk menjaga pasokan bahan baku pendukung pencampuran BBM, termasuk fatty acid methyl ester (FAME) sebagai bahan campuran Biosolar.

"Agar pasokan FAME juga tetap dijaga sehingga pencampuran BBM berjalan lancar," katanya.