NADIKABAR.COM — Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Fauzan Zidni, mengakui bahwa industri film nasional kekurangan banyak talenta perfilman, meskipun ribuan orang lulus dari perguruan tinggi dan sekolah vokasi perfilman setiap tahunnya.

"Penulis naskah," kata Fauzan soal talenta yang paling dibutuhkan industri perfilman Indonesia saat ini, saat berbincang dengan NadiKabar.com di sela acara Motion Picture Association (MPA): Indonesia Success Story pada Kamis (22/10). "Kita butuh lebih banyak orang-orang kompeten, penulis-penulis yang lebih kompeten."

Saat mengisi sesi panel bertajuk Building Capacity for the Future: Talent, Technology and Sustainable Growth in Indonesia's Screen Industry di acara tersebut, Fauzan mengakui Indonesia memiliki ribuan lulusan sekolah perfilman setiap tahunnya, belum termasuk mereka yang mempunyai kemampuan dan belajar film secara informal.

Namun dari ribuan orang tersebut, ia mengatakan "tak sampai lima persen masuk ke industri." Fauzan mengisahkan semasa ia bekerja di Disney Indonesia beberapa tahun lalu, ia sempat kebingungan mencari talenta lokal Indonesia yang mau membuat konten untuk platformnya.

"Industri film itu tertutup, enggak pernah ada open recruitment. Berbeda kalau misal mau menjadi wartawan, kan ada open recruitment, tapi industri film enggak pernah melakukan itu," kata Fauzan soal alasan hanya sedikit lulusan sekolah perfilman masuk ke industri.

"Biasanya produser cuma hire kepala-kepalanya saja untuk tiap departemen, kemudian kepala-kepala itu memilih timnya sendiri," paparnya. "Dia milih akhirnya kan juga memang yang punya kedekatan, senior-juniornya di kampus, dan sebagainya."