NADIKABAR.COM — Sebanyak 29 unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material sisa dampak bencana alam di ruas jalan nasional Lintas Sumatera di Kabupaten Solok guna memastikan kelancaran serta keamanan arus lalu lintas.
"Alat berat itu terdiri atas tujuh unit ekskavator, dua unit breaker, serta sejumlah dump truck,” kata Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi di Kabupaten Solok, Kamis.
Pria yang akrab disapa Andi itu mengatakan saat ini penanganan dampak bencana mulai bergeser pada pembersihan sisa material serta aliran sungai di sekitar jembatan.
Banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam itu tidak saja membawa material lumpur tetapi juga bebatuan besar dan kayu, sehingga dibutuhkan alat berat untuk mempercepat proses pengerjaan.
“Sejak Selasa akses jalan yang sempat tertutup sudah kembali dibuka dua arah, meskipun harus menerapkan sistem buka tutup di jam-jam tertentu,” kata dia.