Ia menyebut langkah penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (Cipta Karya) Kementerian PUPR.

"Kita bersama Balai Sungai dan Cipta Karya melakukan pembersihan di aliran sungai yang tertutup sedimen serta area di sekitarnya," ujarnya.

Tingginya curah hujan saat kejadian membuat material sedimen terus turun ke badan jalan sewaktu petugas melakukan pembersihan awal.

β€œHari ini cuaca sudah kondusif sehingga pekerjaan bisa dioptimalkan. Target untuk penanganan darurat ini mudah-mudahan rampung dalam seminggu," tuturnya.