NADIKABAR.COM — BPJS Kesehatan mengapresiasi tambahan sebesar Rp20 triliun untuk Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, yang diharapkan membantu menutup kesenjangan cash flow sebesar Rp14 triliun antara pendapatan iuran dengan biaya pengeluaran saat ini.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah di Jakarta, Rabu, mengatakan hingga bulan ini pendapatan iuran tercatat sekitar Rp118 triliun, sementara biaya manfaat yang dibayarkan mencapai sekitar Rp132 triliun.
"Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pemanfaatan atau utilisasi layanan kesehatan oleh peserta JKN, termasuk pembiayaan penyakit berbiaya tinggi (katastropik) yang membutuhkan biaya besar seperti jantung, kanker, gagal ginjal, dan lain sebagainya," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan utilisasi tersebut juga berdampak pada meningkatnya biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung DJS Kesehatan.