NADIKABAR.COM — Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun mendorong penguatan peran auditor forensik dalam penanganan fraud dan korupsi di era digital.

Menurut dia, terdapat tiga agenda strategis yang perlu didorong bersama yaitu penguatan sistem pencegahan dan pendeteksian fraud berbasis teknologi dan analisis data, memperkuat kapabilitas auditor forensik dan auditor internal, serta mendorong transformasi manajemen yang adaptif dan berintegritas.

"Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam interaksi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Teknologi menciptakan efisiensi, mempercepat pengambil keputusan, dan membuka peluang inovasi. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan risiko kecurangan dan korupsi dengan modus yang semakin kompleks," ucapnya dalam sambutan pembukaan seminar nasional Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AFFI) Tahun 2026, dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Selasa.