Untuk itu, Isma menekankan pentingnya sinergi antara auditor forensik dan auditor internal. Dia menganggap auditor forensik dan auditor internal dalam satu rantai nilai yang saling melengkapi.
Artinya, auditor internal berperan memperkuat ketahanan organisasi melalui pencegahan dan perbaikan sistem, sementara auditor forensik berperan memberikan respons terhadap indikasi penyimpangan sekaligus menghasilkan pembelajaran untuk penyempurnaan tata kelola.
"Ketika keduanya bekerja secara sinergis, organisasi akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mencegah fraud, mendeteksi penyimpangan dengan cepat, dan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan," ujar Ketua BPK.