Dalam peringatan 50 tahun Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) di Indonesia, kata dia, pihaknya ingin memperlihatkan bahwa keterlibatan anak muda dalam kehidupan beragama tidak hanya berdampak pada pertumbuhan iman, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter yang bermanfaat dalam kehidupan profesional dan masyarakat.

Pengalaman tersebut tercermin dalam perjalanan Angeline Vania (29), seorang anak muda Katolik yang telah aktif dalam komunitas dan pelayanan selama sekitar 10 tahun.

Keterlibatan Vania bermula ketika ia merantau untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Saat itu, dia membutuhkan lingkungan pertemanan yang dapat mendukungnya beradaptasi sekaligus bertumbuh secara pribadi. Melalui komunitas mahasiswa Katolik, Vania kemudian memperoleh pendampingan dan mulai dipercaya memimpin berbagai kegiatan, termasuk retret mahasiswa.

"Dalam pelayanan, saya belajar bahwa tidak semua hal bisa dicapai secara instan. Ada proses yang harus dijalani, ada perbedaan pendapat, bahkan kegagalan. Justru melalui pengalaman itu saya belajar untuk tidak mudah menyerah dan mengandalkan kekuatan dari Tuhan. Pelajaran ini juga saya bawa ke dunia kerja," katanya.