Ia menjelaskan pengalaman berjalan kaki dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di sepanjang rute Camino de Flores memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata karena tidak hanya menawarkan pengalaman rekreatif, tetapi juga spiritual dan sosial.

BPOLBF berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan paket wisata berbasis minat khusus di Flores, termasuk wisata religi dan perjalanan lintas destinasi yang melibatkan desa wisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas budaya, serta masyarakat setempat.

Pengembangan pariwisata berbasis budaya diharapkan turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan pelestarian tradisi dan identitas lokal.

Dia berharap Camino de Flores menjadi awal bagi penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku pariwisata, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya serta mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Pulau Flores.