Oleh karena itu pihaknya berupaya mendorong riset dengan terlibat aktif, seperti dengan memberikan guide untuk uji preklinis.

Selain itu menjalin kolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan terkait, seperti Kemenkes, Kemendiktisaintek, BRIN, dan asosiasi-asosiasi terkait.

"Badan POM ingin menjadi bagian dari penelitian itu untuk apa? Supaya hilirisasi ending output yang ada konkrit," kata Taruna Ikrar.

Dia menjelaskan salah satu produk inovatif yang sedang diuji ditargetkan dapat membantu penanganan osteoarthritis, mengingat banyak penduduk Indonesia yang banyak menderita kondisi tersebut.