Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman mengatakan melalui inisiatif Hiliriset, pihaknya berupaya agar inovasi-inovasi, termasuk di bidang kesehatan, bisa lanjut ke tahap hilirisasi.

Salah satu upayanya, kata dia, termasuk kerja sama dengan BPOM. Dia menyebutkan pada 2026 ada sekitar 4.000 riset bidang kesehatan yang dibiayai dari seluruh penjuru Indonesia.

"Dan Bapak Presiden juga baru saja menambahkan anggaran riset, khususnya untuk di hilir," katanya.

Dia berharap dengan inisiatif-inisiatif seperti ini, para dosen bisa melakukan riset-riset yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan hasil produk berdasarkan bukti dan sains, yang dapat dikomersialisasikan.