NADIKABAR.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan pihaknya sedang menguji sampel Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pemanis (Table-top Sweetener) Beeru Stevia, dan akan memanggil pemengaruh Dokter Detektif (Doktif) untuk klarifikasi data terkait kandungan produk tersebut.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan hal tersebut di Jakarta, Selasa, merespons maraknya di media sosial informasi tentang Beeru Stevia yang diduga mengandung pemanis buatan.
Pemengaruh Doktif mengunggah kandungan Beeru Stevia dari hasil uji laboratorium mandiri dan ditemukan adanya pemanis buatan yakni sukralosa dan neotam, serta kalori, yang tidak tercantum pada informasi produk. Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produk tersebut.
"Makanya kami juga akan mengundang, kalau tidak salah Dokter Detektif ya, Dokter Detektif untuk datang untuk memperlihatkan datanya. Data ini dari mana, laboratorium mana kamu melakukan pengujian dan sampel apa. Karena untuk menentukan sampling suatu produk itu tidak bisa dilakukan hanya dari satu tempat dan juga tidak melakukan dari satu laboratorium," kata Taruna Ikrar.
Dalam kesempatan itu dia menjelaskan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan, BTP pemanis terdiri dari BTP pemanis alami dan BTP pemanis buatan.