NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi produksi beras pada September-November 2026 mencapai 7,06 juta ton, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2026 meningkat 1,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 131,11.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan potensi produksi beras tersebut berasal dari perkiraan produksi padi selama tiga bulan ke depan yang mencapai 12,24 juta ton gabah kering giling (GKG).
Ia menjelaskan dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Kamis, potensi luas panen padi pada September-November 2026 diperkirakan mencapai 2,23 juta hektare, atau turun 12,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, potensi produksi padi diperkirakan turun 11,96 persen, sedangkan produksi beras diperkirakan mencapai 7,06 juta ton atau turun 11,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi luas panen padi pada Agustus 2026 mencapai 1,08 juta hektare, turun 2,83 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1,11 juta hektare.
Penurunan luas panen tersebut diikuti produksi padi yang turun 2,94 persen, dari 5,63 juta ton GKG pada Agustus 2025 menjadi 5,46 juta ton GKG pada Agustus 2026. Produksi beras pada periode yang sama tercatat 3,15 juta ton, turun 2,90 persen dibandingkan Agustus tahun lalu.
Secara kumulatif, realisasi luas panen padi sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, atau naik 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, NTP nasional pada September 2026 tercatat sebesar 131,11 atau meningkat 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi indeks harga yang diterima petani (It) yang naik 1,93 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,44 persen.
BPS juga mencatat kenaikan rata-rata harga beras pada September 2026 di seluruh tingkatan. Secara bulanan, harga beras di tingkat penggilingan naik 0,81 persen, tingkat grosir meningkat 0,61 persen, sedangkan tingkat eceran naik 0,80 persen.
Selain padi, BPS mencatat realisasi luas panen jagung pada Agustus 2026 mencapai 0,29 juta hektare, naik 23,60 persen dibandingkan Agustus 2025.
Kenaikan luas panen tersebut turut mendorong produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) menjadi 1,74 juta ton pada Agustus 2026, atau meningkat 24,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif, produksi JPK KA 14 persen selama Januari-Agustus 2026 mencapai 11,86 juta ton, meningkat 3,84 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.