“Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, ekspor didominasi sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi 82,53 persen, diikuti sektor pertanian 10,7 persen dan pertambangan 2,16 persen,” katanya.

Dia menjelaskan ekspor nonmigas pada Agustus 2026 didominasi barang hasil industri pengolahan dengan nilai 5,16 juta dolar AS atau memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor nonmigas NTT. Nilai tersebut turun 8,01 persen secara tahunan.

Dari 10 komoditas dengan nilai ekspor terbesar selama Januari-Agustus 2026, peningkatan tertinggi terjadi pada kapal terbang dan bagiannya (HS 88) yang naik 1,4 juta dolar AS atau 145,41 persen, diikuti bahan bakar mineral (HS 27) yang naik 0,58 juta dolar AS atau 40,4 persen serta kendaraan dan bagiannya (HS 87) yang meningkat 0,51 juta dolar AS atau 14,14 persen.

Ia menjelaskan, tiga negara tujuan utama ekspor NTT selama Januari-Agustus 2026 yakni Timor Leste dengan nilai 35,90 juta dolar AS atau 81,94 persen dari total ekspor, diikuti Turki sebesar 2,33 juta dolar AS atau 5,31 persen dan Jepang sebesar 1,11 juta dolar AS atau 2,53 persen.