Sementara itu, BPS NTB juga mencatat nilai impor NTB pada Juli 2026 yang justru mengalami penurunan 76,91 persen dibandingkan impor Juli 2025.
"Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong. Kelompok komoditi yang paling tinggi mengalami penurunan impor ialah kelompok karet dan barang dari karet serta kelompok mesin-mesin/pesawat mekanik," terangnya.
Adapun, komoditas impor terbesar berupa karet dan barang dari karet sebesar US$ 2,7 juta atau 56,90 persen. Disusul mesin-mesin/pesawat mekanik US$ 1,7 juta (36 persen), mesin/peralatan listrik US$ 139 ribu (2,87 persen), benda-benda dari besi dan baja US$ 95 ribu (1,97 persen), berbagai barang logam dasar US$ 73 ribu (1,52 persen), perangkat optik US$ 12 ribu (0,25 persen), besi dan baja US$ 5 ribu (0,12 persen), plastik dan barang dari plastik US$ 4,4 ribu (0,09 persen), aluminium US$ 3,1 ribu (0,06 persen).
"Nilai impor NTB pada Juli 2026 terbesar berasal dari Jepang dengan nilai US$ 2,7 juta atau sekitar 56 persen. Disus Amerika Serikat dengan nilai US$ 1,6 juta (33,29 persen), dan Australia US$ 477 ribu (9,86 persen)," beber Wahyudin.
Kunjungan Turis Naik 29,5 Persen pada Juli 2026
BPS NTB mencatat jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke NTB pada Juli 2026 melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) sebanyak 9.039 orang. Kunjungan turis asing ini mengalami kebaikan hingga 29,50 persen dibandingkan Juni 2026, yakni hanya mencapai 6.980 orang.
"Peningkatan kunjungan wisatawan asing melalui Bizam utamanya disebabkan oleh peningkatan turis dari regional Eropa. Pada Juli ini turis Eropa tercatat sebanyak 5.293 orang, angka ini meningkat dibandingkan Juni 2026 sebesar 2.428 orang," kata Wahyudin.
BPS NTB mencatat kunjungan wisatawan mancanegara yang datang melalui Bizam pada Juli 2026 sebesar 9.039 orang. Turis asal Eropa mendominasi tingkat kunjungan dengan jumlah 5.239 orang.