Tito menekankan pengawasan terhadap penyelenggaraan seleksi merupakan bagian dari upaya Kemenimipas untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.
"Oleh karena itu, kami mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap seluruh tahapan seleksi. Kelulusan harus menjadi hasil dari kemampuan dan prestasi peserta sendiri, bukan karena pengaruh atau kepentingan pihak tertentu," katanya.
Kemenimipas kembali menegaskan bahwa seluruh tahapan Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun Anggaran 2026 tidak dipungut biaya. Peserta, keluarga, dan masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan dalam bentuk apa pun.
Segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan ketentuan seleksi, termasuk upaya penyuapan, pemberian imbalan, maupun praktik kecurangan lainnya, akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Melalui pelaksanaan seleksi yang transparan, objektif, dan akuntabel serta didukung pengawasan internal dan eksternal, Kemenimipas berkomitmen menghadirkan proses penerimaan calon taruna/taruni Poltekimipas yang berintegritas," tegas Tito.
Tito menambahkan langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan memiliki integritas tinggi untuk mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian dan pemasyarakatan.
Disampaikan pula bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai jadwal, tahapan, dan hasil seleksi melalui laman catar.kemenimipas.go.id, media sosial X @catarimipas, serta Instagram @catar.imipas.