NADIKABAR.COM — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan (BPSDM Imipas) melaksanakan seleksi kesehatan dan pengamatan fisik terhadap 1.845 calon taruna dan taruni Poltekimipas di RS Bhayangkara Brimob, Depok, Jawa Barat, Rabu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan Muhammad Tito Andrianto di Jakarta, Rabu, mengatakan seluruh tahapan penerimaan calon taruna/taruni Poltekimipas dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, keadilan, dan akuntabilitas.

Prinsip tersebut menjadi komitmen Kemenimipas dalam memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan serta memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta.

"Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Kami berkomitmen memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel," kata Tito.

Ia menjelaskan sebanyak 1.845 orang peserta yang berhak mengikuti seleksi lanjutan itu untuk mengisi 405 formasi pendidikan kedinasan yang tersedia di Poltekimipas. Pelaksanaan seleksi kesehatan dan pengamatan fisik mulai berlangsung 14 - 16 Oktober 2026.

"Tidak ada ruang bagi praktik kecurangan maupun intervensi yang dapat mencederai integritas proses seleksi,” ujar Tito.

Sebagai bentuk penguatan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan seleksi, pelaksanaan seleksi pada hari pertama turut dihadiri oleh Kepala Ombudsman Republik Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan unsur pengawasan eksternal tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penyelenggaraan seleksi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Selain itu, dari sisi internal, Kemenimipas juga menjadwalkan kehadiran unsur Inspektorat Jenderal untuk mendukung pengawasan internal terhadap pelaksanaan seleksi.

Dari pengawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepatuhan terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara profesional dan berintegritas.

Tito menerangkan sejak dimulainya proses pendaftaran, rangkaian penerimaan calon taruna/taruni Poltekimipas dilaksanakan melalui tahapan seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi lanjutan dengan menerapkan sistem gugur.

Pada pelaksanaan SKD, panitia menggunakan sistem computer assisted test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna mendukung proses penilaian yang terstandar dan objektif.

Memasuki tahap seleksi lanjutan, peserta mengikuti serangkaian pemeriksaan dan penilaian yang meliputi seleksi kesehatan dan pengamatan fisik, seleksi kesamaptaan, seleksi psikologi, serta seleksi wawancara dan keterampilan.

"Setiap tahapan dilaksanakan berdasarkan mekanisme dan standar penilaian yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.

Tito menekankan pengawasan terhadap penyelenggaraan seleksi merupakan bagian dari upaya Kemenimipas untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.

"Oleh karena itu, kami mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan terhadap seluruh tahapan seleksi. Kelulusan harus menjadi hasil dari kemampuan dan prestasi peserta sendiri, bukan karena pengaruh atau kepentingan pihak tertentu," katanya.

Kemenimipas kembali menegaskan bahwa seluruh tahapan Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun Anggaran 2026 tidak dipungut biaya. Peserta, keluarga, dan masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan dalam bentuk apa pun.

Segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan ketentuan seleksi, termasuk upaya penyuapan, pemberian imbalan, maupun praktik kecurangan lainnya, akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Melalui pelaksanaan seleksi yang transparan, objektif, dan akuntabel serta didukung pengawasan internal dan eksternal, Kemenimipas berkomitmen menghadirkan proses penerimaan calon taruna/taruni Poltekimipas yang berintegritas," tegas Tito.

Tito menambahkan langkah ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan memiliki integritas tinggi untuk mendukung pelaksanaan tugas keimigrasian dan pemasyarakatan.

Disampaikan pula bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai jadwal, tahapan, dan hasil seleksi melalui laman catar.kemenimipas.go.id, media sosial X @catarimipas, serta Instagram @catar.imipas.