NADIKABAR.COM — Federasi Bisnis dan Profesional Wanita Indonesia (BPW Indonesia) mendorong perempuan untuk memanfaatkan kecerdasan artifisial atau akal imitasi (AI) guna meningkatkan kemampuan profesional dan mendukung pengembangan usaha.
Presiden BPW Indonesia Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd mengemukakan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk AI, perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan untuk memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan.
"Harapan kita bukan hanya para perempuan Indonesia menghadapi perkembangan digital termasuk AI, tetapi perempuan Indonesia dapat mempunyai kapasitas yang lebih dan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi digital," katanya dalam acara "Pelatihan HerTech: Perempuan Berdaya AI" di Jakarta, Kamis.
"Harapan kami adalah untuk memasarkan produk, mencari pemasaran produk-produk mereka agar laku dan masuk ke dalam keinginan masyarakat. Bukan hanya masyarakat Indonesia, karena teknologi digital tidak ada batasan ruang dan waktu, juga bisa menuju internasional," ia menjelaskan.
Selain meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi, ia menjelaskan, para perempuan pelaku usaha juga perlu memahami aturan dan etika penggunaan AI.
"Bukan hanya kemanfaatan teknologi digital, tetapi bagaimana kita menghadapi perkembangan AI ini untuk melindungi diri kita sendiri," katanya.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tanpa memperhatikan aturan dan etika dapat menimbulkan persoalan hukum.
Giwo berharap pelatihan HerTech dapat meningkatkan kemampuan praktis peserta dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung penyelesaian pekerjaan dan pengelolaan usaha.
Menurut dia, BPW Indonesia akan menindaklanjuti pelatihan yang ditujukan bagi para perempuan itu dengan kegiatan pendampingan.
"Nanti dari BPW ini akan mengevaluasi bersama dengan mitra-mitranya, dengan ICT Watch, dengan BKOW DKI Jakarta, bagaimana tindak lanjutnya. Jadi kita tidak melepas begitu saja, kita akan mengawal dan kita akan mendampingi," katanya.
Giwo mengatakan bahwa hampir 3.000 anggota BPW Indonesia mendaftar untuk mengikuti pelatihan teknologi dan 1.784 peserta pelatihan telah memperoleh sertifikat kelulusan.
Dia juga menyampaikan bahwa sebagai organisasi yang anggotanya tersebar di lebih dari 112 negara, BPW Indonesia siap membantu para perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha.