NADIKABAR.COM — Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat memperkuat sinergi untuk memastikan reforma agraria berjalan seiring dengan program pemberdayaan masyarakat.

"Pertemuan ini membahas penguatan sinergi kedua lembaga untuk memastikan reforma agraria berjalan seiring dengan program pemberdayaan, sehingga manfaat kebijakan pertanahan dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat, terutama kelompok yang membutuhkan akses terhadap tanah dan kesempatan ekonomi," kata Kepala BRAN Dedi Prasetyo dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, keberhasilan reforma agraria tidak cukup diukur dari pembagian tanah atau penerbitan sertifikat.

Tanah harus menjadi modal bagi rakyat untuk meningkatkan penghasilan, mengembangkan usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan keluar dari kemiskinan.