NADIKABAR.COM — Sebelum Luiz Inacio Lula da Silva dari Partai Pekerja (PT) dinyatakan memenangkan Pemilu Brasil pada 25 Oktober, perhatian dunia sudah terfokus ke negara di Amerika Selatan itu.
Perhatian itu terutama berkaitan dengan pertanyaan "apakah Brasil juga akan jatuh ke pelukan kanan jauh (far-right) seperti belakangan terjadi di Amerika dan Eropa?"
Pertanyaan ini diajukan karena ada tren sejak 2024, negara demi negara jatuh ke pelukan politisi dan partai kanan jauh.
Kanan jauh adalah posisi politik yang berada di ujung paling kanan spektrum politik kiri-kanan. Kebalikannya adalah kiri jauh (far-left).