Memasuki 2026, perseroan kembali melanjutkan langkah tersebut melalui pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada 12 Juni 2026, perseroan mengalokasikan dana sebesar-besarnya Rp500 miliar untuk pelaksanaan buyback tahap I pada periode 12 Juni hingga 11 September 2026.
Selanjutnya, melalui keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026, perseroan kembali mengumumkan rencana pelaksanaan buyback tahap II dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.
Hingga akhir triwulan II 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun.
Total aset tercatat tumbuh 11,7 persen secara tahunan menjadi Rp2.352 triliun, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6,7 persen menjadi Rp1.581 triliun, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.