Kinerja tersebut juga didukung oleh posisi permodalan dan likuiditas yang kuat. Capital adequacy ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 21,5 persen, sementara loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 90,8 persen.

Menurut perseroan, posisi itu memberikan ruang yang memadai untuk terus menjalankan fungsi intermediasi dan menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Dhanny pun menegaskan bahwa perseroan akan tetap berfokus pada penguatan kinerja bisnis dan mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

β€œDengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” kata Dhanny.