Suwarmawan menambahkan, pihaknya juga mengajak BRIN untuk berkunjung ke PT Balisynwood yang mengembangkan kayu sintetik berbahan limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Rombongan melihat pengembangan material alternatif bersama Direktur Operasional Gede Wikrama Putra Setya Adiyana.

"Pertemuan dan kunjungan lapangan tersebut membuka komunikasi awal mengenai peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, serta hilirisasi bersama calon mitra usaha," kata dia.

Penjajakan diharapkan ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi, dan pengujian kelayakan produk agar potensi biomassa Buleleng dapat dikembangkan menjadi material ramah lingkungan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, tim BRIN yang terdiri atas Jajang Sutiawan, Yeyen Nurhamiyah, dan Mulya Supianto memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF atau Genteng Biomassa Indonesia yang memanfaatkan serat alam sebagai bahan komposit atap.