"Program ini dirancang untuk mengeksplorasi wilayah laut dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia guna mendukung pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan," katanya dalam Kick Off RIIM Invitasi Strategis 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Ia mengatakan, ekspedisi dibutuhkan untuk menghasilkan data primer dari lapangan. Informasi yang didapat esensial untuk memahami kondisi dan perubahan lingkungan laut, potensi sumber daya, dan risiko kebencanaan berbagai wilayah perairan di Indonesia.
Dalam hal ini, BRIN tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi periset juga berkesempatan memanfaatkan kapal untuk akuisisi data di lokasi penelitian, melakukan kontrol kualitas dan analisis data, membangun kolaborasi, hingga mengembangkan hasil penelitian dan publikasi ilmiah.
"Melalui platform ini, BRIN memfasilitasi akses inklusif bagi peneliti, dosen, hingga mahasiswa untuk melakukan akuisisi data lapangan, kontrol kualitas, analisis, serta publikasi pada jurnal bereputasi," kata Adi.