NADIKABAR.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penguatan industri tekstil dan sepatu nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Arif mengatakan BRIN diundang dalam rapat tersebut untuk memaparkan sejumlah riset dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan kedua industri tersebut.

"Kami mendapat undangan dari Bapak Presiden pada siang hari ini untuk rapat berkaitan dengan industri tekstil dan juga industri sepatu," ujar Arif.

Menurutnya, BRIN akan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator dan sejumlah menteri terkait untuk membahas berbagai persoalan sekaligus peluang penguatan industri tekstil melalui riset dan inovasi.

Arif mengatakan salah satu inovasi yang akan ditawarkan adalah mesin yang dapat dimanfaatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memproduksi kain berbahan organik, termasuk kain yang berasal dari limbah daun nanas.

"Kemudian baik mesin yang bisa digunakan oleh UMKM untuk bisa membuat sejumlah kain, kain-kain organik. Kain yang berasal dari limbah daun nanas yang nanti akan bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Arif juga menjelaskan inovasi BRIN di sektor alas kaki. Salah satunya pengembangan sepatu bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang dirancang dengan harga terjangkau, awet, mudah dirawat, dan nyaman digunakan.

"Memang ada sepatu yang kita siapkan untuk siswa yang tidak mampu. Sepatu yang murah, awet, kemudian mudah dirawat, dan juga nyaman," jelas Arif.

Ia menyampaikan pengembangan sepatu tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar riset dan inovasi memiliki keberpihakan terhadap persoalan masyarakat, termasuk kelompok kurang mampu.

Selain Kepala BRIN, ratas hari ini juga turut mengundang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi Brian Yuliarto, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria.