"Nah sekarang tinggal proses validate untuk memprediksi, sehingga kita punya kemampuan eh apa yang akan terjadi 3 bulan, 6 bulan di kemudian hari terkait dengan karhutla ini. Jadi kemampuan kita memprediksi ini saya kira sangat penting sekali," ujarnya.

BRIN juga akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat riset dan mengembangkan model yang dapat membantu memprediksi potensi kebakaran hutan.

"Nah kemudian juga tadi sudah sampaikan, riset model perambatan api yang saat ini juga sudah mulai kita kerjakan ya, dan kemudian dengan berbagai perguruan tinggi kita akan coba yang terkait dengan bagaimana memprediksi kebakaran hutan itu sendiri," ujar Arif.